Salam Sejahtera…

 

Come to Join this community

dengan partisipasi anda dalam wadah ini, anda sudah membantu kami dalam membangun energy positive untuk kemulya’an lebih banyak orang.

Terima kasih atas Partisipasi anda

Semoga anda berizqi baik dan dalam perlindungan Alloh selalu

Agama sebagai Treatment (Pendampingan)

Image
Pesma Unair, 8.00WIB
Inspirator by Abina Ihya’

Agama adalah pembiasaan, Dzikir akan terasa berat jika tidak dibiasakan. Demikian juga Sholat, tanpa proses pembiasaan yang panjang maka akan terasa berat. 

Alloh menciptakan manusia dan mengujinya dengan sifat-sifat negative yang melekat padanya (Quran Al Ma’arij : 19-27). Rosul dan Nabi diturunkan bukan hanya sebagai contoh kebaikan bagi manusia tapi juga sebagai pendamping agar sifat2 jelek manusia tidak mendominasi kehidupannya.

Jadi statement yg sering kita dengar “Itukan Manusiawi” adalah Kebinatangan. Manusiawi = Rendahan.

Karena sifat dasar itu sudah melekat dari awal pencipta’an manusia maka Nabi & Rosul di hadirkan untuk memberi contoh dan pendampingan dimana manusia bisa melihat bahwa meski nabi & rosul adalah seorang manusia yg memiliki sifat2 dasar yang dimiliki setiap manusia tapi mereka bisa menampilkan sikap positive, prilaku positive.

Contoh penderita’an yang dilakoni nabi ayub dalam menjawab ketidak sabaran istrinnya dalam menjalani penderita’an dunia. Nabi ayub malu berdoa meminta agar Alloh segera membalik penderitaannya dikarenakan dari 80thn kesenangan yg diperoleh, ujian penderitaan dari Alloh baru dirasakan 7thn lamanya.

Usia kemapanan Ruhani seorang manusia berada pada usia 40thn, sedang rata-rata manusia menikah pada usia 25thn (ideal). Jika setelah menikah Alloh langsung berikan anak maka ideal usia pendampingan dan pembiasaan agama pada anak hingga orang tua mencapai usia 40 > 40-25 = 15thn.

Penekanan pendidikan agama (Pengajaran+Pendampingan) pada anak selama 15thn di upayakan minimum pada 3hal yaitu :

1. Ngaji
2. Sholat
3. Birul walidayni

Itu kunci agar generasi ini memiliki jati diri dan punya identitas yang jelas, tidak mudah ikut arus modernitas yang berdampak negatif pada generasi selanjutnya.

Sedangkan Usaha memperoleh generasi yang punya karakter bagus berawal dari :

1. Menyingkirkan campur tangan setan dalam proses reproduksi agar kemurnian hasil yang baik dapat diwujudkan. Islam menganjurkan agar dalam keadaan bersih+suci jika ingin mendatangi istri. Berdo’a “Bismillaahi, allahumma jannibnasy syaythaana wa jannibisy syaythaana maa razaqtanaa”. Doa Klimaxs “Robbi wasyi’ta kulla syai’in ilma”

2. Saat usia kehamilan diperintahkan perbanyak doa ” Robbi habli minassholihin ” utamanya saat sedang sujud.

3. Setelah Lahir ditahnik oleh orang sholeh+di Aqiqah .

4. Diperintahkan sholat mulai usia 7thn, artinya sebelum usia itu harusnya sudah diajarkan bagaimana melakukan sholat. Dan pukul di usia 10thn jika tidak mau melaksanakan sholat.
Jadi tidak benar jika sering kita dengar dari banyak orang tua bahwa jaman sekarang jangan mendidik anak dengan dipukul (sebangsanya). Kembali karena manusiawi itu sifat binatang harus ditegakkan dgn dipukul.

5. Dan seterusnya hingga pembiasaan (pendampingan) itu menjadikan ibadah sebagai sesuatu yang tidak berat lagi karena sudah terbiasa menafikan sifat2 negativ yg melekat pada diri manusia itu sendiri.

Why I love this life ?

Rohman & Rokhim Alloh-lah pangkal dari mengapa saya jadi mencintai hidup, tanpa itu mustahil rasanya repotnya hidup dapat tertanggulangi menjadi sesuatu yang menggembirakan.

Rasa khawatir yang saya rasakan mestinya anda semua juga merasakan. Misalkan : Sebagai orang normal (baik) anda pasti pernah mengkhawatirkan bagaimana kehidupan putra-putri anda kelak jika anda diambil usia sebelum dapat mewariskan sekian banyak harta benda untuk membiayai putra-putri hingga siap untuk berdiri sendiri dan tidak menyusahkan orang lain.

Hingga untuk orang-orang yang dibutakan mata hatinya dari Rohmad & RokhimNYA Alloh menggunakan segala cara mengumpulkan kekayaan dengan harapan dapat dimanfaatkan putra-putrinya sepeninggalnya dia nanti. Dan berharap putra-putrinya nanti jadi orang yang sama sukses dengannya. Kenyataan berkata lain, putra-putri saling berebut harta dan hilang sudah tujuan awal orang tua dalam member.

Itu keadilan yang kuasa, itu rahmad & rahim Alloh. Bahwa sebagai orang tua kita diharapkan dapat memberi manfaat utamanya dalam agama si anak, karena untuk hal dunia Alloh sudah menjaminkan rizqi masing-masing makhluq tanpa kita perlu campur tangan lebih jauh.

Untuk Sombong tidak perlu menunggu Kaya, demikianpun untuk tawadu’(rendah hati). 
Untuk Gembira tidak harus menerima hadiah
Hidup enak itu bukan dengan memiliki Sertifikat Hak Milik atau merubah HGB (Hak Guna Bangunan)

I LOVE MY LIFE

Hasilmu adalah Tabunganmu

Sadarilah kesulitan kita sekarang disebabkan karena sulitnya kita merubah prilaku menjadi lebih baik. Malasnya kita melakukan kesulitan-kesulitan kecil yang menjadikan kita lebih enjoy di akhirnya.

Kita tersinggung jika mendengar komentar,”Dulu kemane aje, hari gini baru belajar”

Pada hal kita juga menyadari hidup ini dibuat sederhana oleh Alloh agar kita bahagia.
Tahapan belajar dibuat bertahap seiring pertumbuhan manusia itu sendiri. Tak ada yang sulit jika kita memulai dari yang kecil/sederhana dan istiqomah hingga ketahapan lebih ahli atau lebih tahu.

Mahir berlari berawal dari merambat, lalu melangkah sempoyongan, lalu berjalan, lalu berlari dan mahir berlari. itu tidak terjadi dengan tiba2 melainkan dgn proses sederhana tapi butuh kesungguhan menjalaninya.

Lancar Berbicara berawal dari brusaha melavalkan huruf demi huruf, menghafal kata perkata dan tidak takut salah dalam mengucapkannya, akhirnya kita pandai berbicara

Lancar mengaji bermula dari belajar mengeja satu huruf alif, ba’, ta, dst lalu belajar membaca 2 huruf, lalu 3 huruf disambung, lalu 4 huruf dan seterusnya hingga pada akhirnya bisa membaca Quran.

Menjadi kaya pun begitu 

Hanya campur Tangan Alloh yang mempercepat proses alami itu semua dengan satu syarat ” Taqwa” 

Btw,

Jika nasi sudah jadi buburpun karena pertimbangan Taqwa, Alloh masih memberikan senjata lain bagi kita yaitu Doa

Adduau silahul mukmin, doa itu senjatanya kaum mukmin.

Jika tidak begitu lagi mampu kita mengajarkan putra-putri untuk mengaji/sholat, selain menitipkan pada orang yang ahli, Doakanlah agar Alloh beri kemudahan bagi putra-putri kita menguasainya dan agar kepandaian itu tidak berbalik menyerang kita seumpamanya kita tidak cukup santun dalam mengingatkan putra-putri dalam beristiqomah menjalani kebaikan tersebut. Misal : Bapak ibu nggak bisa ngaji, ngapain aku harus susah2 belajar ngaji. Dst

Sempurnakan ikhtiar itu semua dengan Doa
Jika ingin anak sholeh berdoalah
Jika ingin istri sholehah berdoalah
Jika ingin Suami sholeh berdoalah
Jika ingin Kaya berdoalah
Jika ingin pekerjaan yang berkah berdoalah
Jika ingin memiliki khodimah/pembantu yang baik berdoalah
Jika ingin punya karyawan yang baik berdoalah

Wal hasil lakukan kebaikan-kebaikan yg sederhana dan beristiqomahlah
Bahagia jika hidup Produktif (Pelaku/Pemain/Lelakon) dan bersedih jika hanya bisa sebagai penonton.

Hadiah ini untuk rekan, tetangga, family, kenalan (all of you)

By Abu Naf’an/Abi Afif 

‎”Perlakuan pada Qurban menentukan Hasil Akhirnya”

Pagi tadi sarapan sebelum masuk kantor menyempatkan diskusi dengan supir kantor pak Zaky terkait Tips and trik menyembelih hewan Qurban.
Seringkali tips dan trik ini tidak terurai jelas pada panduan hukum syar’i dlm penyembelihan hewan Qurban.

Misalkan :

Agar hewan (domba) yang dihasilkan dari penyembelihan tidak prengus atawa bau kambing pada seluruh daging+organ yg lain maka ada beberapa aturan yg mestinya harus dijalani:
1. Si Penyembelih (dan atau yg menguliti) baiknya dalam keadaan Suci (Mandi Besar+Wudhu)
2. Seusai qurban disembelih dan mulai dikuliti segeralah memotong kantung kemih (kantung Kencing hewan Qurban), posisi ada dekat Torpedo tapi di bagian dlm kulit/tubuh (berisi cairan bening/putih).
3. Setelah disembelih, segerakan Qurban di potong kepalanya dan bagian tubuhnya digantung terbalik (leher dibawah). ini selain untuk mempercepat turun/keluarnya seluruh darah yg menyebabkan bau (lekas busuk) juga agar daging nantinya lebih renyah+empuk.
4. Untuk lebih cepat pada proses menguliti, gunakan bawang merah (baik dioleskan pada jari tangan ataupun digenggam) saat memasukkan tangan ke sela2 antara kulit dan daging.
5. Setelah hewan dikuliti habis baiknya isi perut/jeroan tidak langsung dipisahkan dari tubuh. akan tetapi masukkan/alirkan selang berisi air dari atas (usus/dubur) agar sisa kotoran sisa bersih dari perut mengalir ke bagian leher/kerongkongan. Dan baiknya tidak cuci jeroan di kali/sungai karena mungkin saja ada makhluk Alloh yang terganggu dengan kotoran dari jeroan tadi. Kotoran yg bercampur Air yg mengalir tadi diberi tampungan Bak dibawahnya agar memudahkan dalam membersihkannya. jadi saat jeroan dipisahkan dari tubuh, kondisi jeroan sudah bersih dan lebih irit+efisien dalam pengolahannya.

Untuk tips pendukung yang lain sepertinya sudah banyak sekali bahasannya di internet, bisa sekali browsing langsung ketemu.

Semisal :

Gunakan pisau/golok (perempuan) yang tajam untuk menyembelih, dgn harapan tidak menyika binatang Qurban. bedanya Golok/pisau laki dgn pisau perempuan (menurut istilah dunia penjagalan) adalah yg pisau laki ujungnya mengarah/melengkung ke atas (Golok pendekar kebanyakan), sedang pisau perempuan mengarahnya lurus atau ke bawah, contohnya adalah bentuk dari mandau (golok suku dayak).

Penggunaan penutup pada mata hewan yg akan disembelih.
Pemisahan antara hewan yg akan disembelih, disembelih dan yg telah disembelih agar bisa membantu ketengan hewan saat disembelih.
Cara membaringkan hewan dan tangan mana yang dipergunakan untuk menyembelih
(Hendaklah dia membaringkan hewan kurban itu di atas lambungnya yang kiri bila dia menyembelih dengan tangan kanannya. Namun jika dia menyembelih dengan tangan kirinya, maka hendaklah dia membaringkannya di atas lambungnya yang kanan. Karena tujuan dari hal itu adalah ketenangan binatang tersebut. Seorang yang menyembelih dengan tangan kirinya, niscaya binatang itu tidak tenang kecuali bila dibaringkan di atas lambungnya yang kanan.
Kemudian hendaklah dia meletakkan kakinya di atas leher hewan kurban ketika menyembelih dan memegang dengan tangan kirinya kepala si hewan sehingga tampak urat kerongkongannya.

refrensi lain :
http://ulamasunnah.wordpress.com/2008/11/29/tata-cara-menyembelih-qurban/
http://qurandansunnah.wordpress.com/2009/11/22/tata-cara-menyembelih-hewan-kurban/
http://kaahil.wordpress.com/2011/10/23/lengkap-cara-menyembelih-hewan-qurban-yang-benar-sesuai-sunnah-shohibul-qurban-dilarang-untuk-mengambil-mencukur-segala-rambutbulu-kuku-dan-kulit-yang-terdapat-pada-tubuhnya-tidak-boleh-memb/

Semoga Bermanfaat

Motto :
Berilah yang terbaik (sempurna) untuk orang lain, karena itu terkait dengan keberkahan yg Alloh berikan atas apa yang kita sempurnakan pemberiannya.

Radiasi Pikiran Baik atau Efek Prasangka Buruk

Ba’da subuh tadi sambil mempersiapkan diri berangkat ke kantor saya sempatkan menyaksikan acara bengkel hati yang diasuh oleh ustad danu di MNC TV. Seorang ibu hamil mengeluhkan tentang kekhawatirannya akan kondisi bayi yang sedang dikandungnya, disisi yang lain apa yang diharapkan dari sang suami agar dapat mengerti kondisi yang dia jalani tidak juga sesuai dengan apa yang di inginkan.

Ustad danu kemudian mengklarifikasi curhat-tan dari ibu tersebut dengan menanyakan apa yang dimaksud tidak perhatian dan tidak membantunya suami seperti jika sang istri mencuci lalu si suami diharuskan untuk memasak? si ibu meng-iyakan dengan menambahkan kekecewaannya dalam bentuk cerita penyesalan yang lain. Walhasil si istri mengatakan bahwa kekhawatirannya berawal dari analisa dokter atas kondisi fisik dan kandungannya yang termasuk katagori memiliki kandungan yang lemah.

Kekhawatiran itupun berlanjut manakala sang suami tidak berprilaku seperti apa yang si istri angan-angankan.

Lemah kandungan hanyalah analisa dokter berdasar pada ritme kondisi fisik si ibu dan pada metabolisme atas supporting kehamilan (kondisi bayi) dan tidak lebih dari itu. Sedangkan penyebab mengapa metabolisme tubuh menjadi pincang tidak pernah menjadi sorotan dari analisa kedokteran. Dengan kata lain dokter hanya berpegang pada referensi materi semata misalkan: prilaku bekerja yang berlebihan, makan yang tidak sesuai asupan gizi, dll. Tidak berusaha mereview bahwa suasana hati, pola pikir, cara pandang sangat berpengaruh mempercepat rusaknya sel-sel tubuh dan atau perbaikan dari sel-sel tubuh.

Mencerna uraian ustad danu pada si ibu dan jama’ah yang hadir, juga mengangan-angan apa yang pernah saya dan istri jalani di 10-15tahun kebelakang ini sangat tepat sekali. Layaknya gayung bersambut, apa yang sang dan istri lakukan seperti baru diterjemahkan oleh ustad danu dalam suasana dan posisi yang lain.

Apa yang kami alami dan lakukan tidak ada yang berbeda sedikitpun dengan pengalaman lahir-bathin ustad danu atas penelitian dan pengamatan yang beliau lakukan selama ini terhadap penyakit-penyakit yang diderita peserta pengajian, juga pasien-pasien beliau. Istri dahulu juga di analisa sebagai wanita yang lemah kandungan, kelainan jantung, dan segala analisa kondisi fisik yang labil (serba kekurangan). Ditambah penyakit-penyakit berat yang di derita keluarga besar menambah track record atas kekurangan-kekurangan tersebut. Alhamdulillah apa yang kami fahami atas keunggulan ajaran Islam tidak hanya terhenti pada batas pengetahuan akan tetapi berlanjut pada proses menterjemahkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Di realita yang lain dalam interaksi antar anggota masyarakat baik di kawasan perumahan ataupun di perkampungan pastinya kita tak lepas dari konflik antar anggota masyarakat. Baik disebabkan oleh kesalahan tindakan yang kecil lalu menjadi besar karena akumulasi orang banyak yang tidak kondusif ataupun dikarenakan bedanya cara pandang atas sesuatu hingga berujung pada kesalahan yang tak berujung.

Banyak hal dapat menjadi titik penyebab awal membesarnya sebuah konflik yang pada awalnya hanya merupakan hal-hal lumrah dan biasa terjadi di banyak lingkungan. Keseluruhan titik-titik yang berlanjut ini bermula pada kesalahan dalam mengejawantahkan ajaran agama atas cara menyikapi sunnatulloh yang Alloh perjalankan atas kehidupan.

Iri hati, Sombong, munafik, Culas, dan bentuk hal negative lain seringkali di tempuh saat kekhawatiran atas ketertinggalan dari pihak lain yang di anggap lawan. Padahal jika disadari penyakit-penyakit hati tersebut yang seringkali meradiasi anggota tubuh yang lain hingga berefek menjadikan terganggunya sistem metabolisme tubuh dan jika tidak segera dihentikan menjadikan sakitnya anggota tubuh yang lain. Dan jika si yang berpenyakit sedang mengandung maka bisa dipastikan janin yang dikandung akan terganggu, bahkan naudzubillahi mindzalik akan terjadi keguguran atau cacat sewaktu dilahirkan.

Belajar tanpa bimbingan guru juga disadari ataupun tidak menjadi akumulasi mengkristalnya penyakit hati yang seringkali meradiasi fikiran dan cara pandang yang serba negatif atas diri orang lain. Disini Jujur menjadi sangat penting, karena kejujuran seperti air (putih bening) yang mengikis partikel-partikel pembentuk batu ginjal.

Berprasangka buruk atas suatu kejadian pada dasarnya merupakan hal biasa, tapi akan menjadi bahaya jika tidak dikelola dengan kejujuran hati. Makin banyaknya teori tentang banyak hal-hal baik akan tetapi tidak dilanjutkan pada tindakan nyata di lapangan akan menjadikan hati tertutupi oleh kabut kebaikan(Ilmu) itu sendiri. Dan pada akhirnya menjadi penghalang bagi jalan masuknya kebenaran yang datang baik dari luar ataupun dari dalam diri.

Berhati-hatilah kita terhadap penyakit hati.

Dalam sebuah syi’ir dinyatakan :

Obat Hati ada 5 macamnya

  1. Membaca Quran dan maknanya (di angan-angankan)
  2. Sholat Malam (Waktu Intropeksi atau berkeluh kesah pd Ilahi Robbi)
  3. Kumpul dengan orang-orang sholeh (agar terkoreksi dan terbina langkah2 ini)
  4. Sering-sering berpuasa, karena dalam keadaan lapar hati cenderung lebih halus dalam merasa
  5. Dzikir malam diperbanyak. Benang merah dari dzikir adalah mengingat Alloh, dengan mempersering mengingat Alloh dapat dipastikan proses kesadaran diri pada setiap detiknya yang merasakan diawasi Alloh akan menuntun pada kesehatan hati.

Guru saya berujar bahwa fungsi Hati adalah mengingat Alloh, jika tidak mengingat Alloh maka hati itu sakit.

Wallohua’lam

 

Referensi :

Quran & Hadits

 

http://harapan-putra.blogspot.com/2010/10/pengobatan-penyakit-ustad-danu-tpimnc.html

http://www.4shared.com/folder/sjyhQKIk/Bengkel_HatiUstadz.html

http://akhlakmuliacenter.com/site/articles/26-data-articles/artikel-kesehatan/8-awalpenyakit

 

Tahapan menjadi Besar dan Kaya

Create by Abu Nafan

ditulis kembali dari milist Perum Vilani3

 

Sunatulloh atau hukum alam orang menjadi besar adalah dibesarkan dulu, setelah itu tahap berikutnya barulah menjadi besar.
Dan sama2 kita fahami dlm proses seseorang dibesarkan itu membutuhkan syarat tambahan berupa ke ikhlasan. Ikhlas itu tetep melakukan, menyegerakan perbaikan meski kecil, ra gede ambeg, selesai. Ikhlas = kerja keras+cerdas+tuntas.

Jika sementara ini byk para member masjid menolak utk diberi/diamanahi jabatan, dgn berbagai macam argument. Mulai dari tidak pantas, yg pinter saja tdk berhasil, dan lain2.

Jd jika anda ingin besar & kaya dgn cepat, ikhlaslah menerima dan menjalani arahan/cara Alloh mengatur hidup akhina sekalian.

Percayalah jika anda ikhlas menjalaninya dan tidak ngeyelan, tidak lama lagi Alloh akan memberikan posisi yg lbh pantas dan kompensasi lbh besar.

Kok Alloh, tetangga kita saja rebutan tuk mempekerjakan marbot2 masjid di unit2 bisnis yg mereka punya. Apalagi Alloh.

Jika ada tawaran lbh baik, cepat ambil (tapi tetep ikuti adab pengunduran diri yg baik), jgn slonong boy. Itu artinya tdk cerdas+tuntas.
JGN pernah merasa bangga dgn status quo, tiap hari biaya hidup bertambah. Apalagi ditambah menggerutu/protes dgn kompensasi yg kecil. Menyalahkan situasi, pengurus apalagi DKM….hehehe
Sedang kita tidak lbh meningkatkan diri dan atau menerima tawaran2 yg Alloh datangkan dgn tanpa prasyarat ke kita. Kita malah khawatir dgn tanggung jawab yg lebih besar, padahal itu cara Alloh membesarkan kita hingga nantinya kita dihargai mahal oleh pihak lain.

Wallohua’lam
Mari tetap fokus ke depan MAS BRO SEMUA.
siput meski lambat larinya, tapi krn fokus ke depan akhirnya finish juga.
Kepiting/yuyu meski lbh cepat larinya, tapi krn tdk fokus ke depan dan malah kesamping kejeglonglah(terperosok), malah ra finish.

Be positive
Cukuplah Alloh sbg pemberi pertolongan.

 

 

AKU DAN PAK RT

 

Pernahkan terpikir dalam benak, ketika masuk komplek Vila3.

“Masa jalan rusak begini, tidak segera diperbaiki, ngapain saja kerja  Pak RT.., apalagi Pak Lurah?”

“Masa sampah di rumah saya tidak diambil, begimana seh.. Pak RT.., kan kita sudah bayar?”

“Di samping rumah saya.., lampu jalan terkadang menyala, terkadang mati, “byar pet terus nehh….., ini kan rawan..kejahatan, Pak RT punya ide donk.., supaya dikasih lampu.., kita pasti mau deh.. urunan.., asalkan ada yang organisir… Jangan diem saja….”

 

 

Begitulah ungkapan kira- kira yang seringkali tumbuh di hati, terdengar bahkan secara tidak sadar terlontar dari mulut kita  sendiri? Mengapa? Tuntutan kita agar seseorang melakukan sesuatu seperti yang kita inginkan memanglah menjadi hal yang lumrah, buat saya itupun adalah bukti perhatian pada lingkungan dan kasih sayang berbentuk harapan kepada Pak RT.  Akan tetapi jika terlalu sering dan banyak memberikan respon secara lisan tanpa berbuat apa- apa, semakin lama saya merasa  akan menjadi kurang produktif dan malah bisa jadi hanya menjadi arena ghibah manakala perhatian kita baru dan terus berupa omongan, cemoohan, kedongkolan  yang tersimpan dalam dada. Ternyata jika kita keberatan, sebaiknya langsung disampaikan dan berikan solusi yang mungkin untuk dijalankan.

 

Bagi masyarakat muslim yang terbina, pemahaman atas agama ini akan menumbuhkan kesadaran atas esensi kehidupan dan memberikan buah dalam bentuk   kegelisahan atas keadaan lingkungan jika tidak sesuai dengan koridor aturan Allah. Semakin orang rajin mengaji, akan semakin sadar akan  kewajibannya untuk  diri sendiri, keluarga, pada lingkungan…  Kesadaran akan diwujudkan dalam bentuk karya nyata untuk memecahkan masalah yang timbul. 

 

Man asbaha walam yahtam fi amril muslimin.. falaisha minhum….

“Barangsiapa yang bangun pagi- pagi dan tidak terpikir permasalahan kaum muslimin, bukanlah termasuk golongan mereka..(kaum muslimin)”

 

Sholat berjamaah, membersihkan  rumah kita, mengambil dedaunan kering yang jatuh, menyumbang makanan untuk kerja bakti, mendoakan kegiatan baik supaya berjalan sukes, menjenguk  tetangga  sakit, adalah perbuatan yang nampak kecil, tapi itulah amal sholeh…. amal- amalan Islam sebagai   buah  keimanan…

 

Yuk…. terus menerus dikerjakan segera.., semampu  kita ….