Jalanku

Cintaku bukan cinta biasa, setelah dan akan KAU tambah lagi, KAU sobek satu mulut menjadi 5 jiwa dalam tanggung jawabku. Tanpa Tangan-tanganMU dan Rohmad dan RahimMU tak sanggup rasanya kuteruskan pembelaanku terhadap AGAMA-MU YA ROBB……

Kuyakinkan diri tidak sulit ku menemuiMU meski dalam kesekaratan jiwa saat bumi ini menindih, dengan suaranya yang memerahkan telinga.

Aku masih diserambi rumah-MU YA Robb, setia menunggu-MU mempersilahkan ku masuk.
Berharap kulunasi hutang-hutang yang tak sadar terucap disaat KAU bertemuku kemarin.
Aku masih disini…menunggu
Diterpa dingin dan panasnya hari…
Sengaja tak ku ketuk pintu rumah_MU
Sengaja kulirihkan salamku di HAdapan_MU
Karena aku yakin kita telah saling memahami
Meski keteledoran dan kebodohan terlalu sering berjalan mendampingiku dan sesekali meneriakkan suara yang menafikan CINTA-MU pada Kami.

Tolong maafkan, meski tidak kumohonkan.
Luasnya pengampunan-MU atas hutang hidup ini sedikitnya kuharap terbayar.
Hingga kudapat LANTANG bersuara saat detik akhir, di hadapan anak, cucu dan makhluk yang pernah kutemui.

oh ya hampir lupa,
ku tinggalkan pesan di bawah pintu, yang berisi permohonan tambahanku kepada_MU.
Sayangilah, sehatkanlah Guru-guruku, ayah bundaku, dan orang-orang yang kucintai.
Hari telah larut, aku mohon pamit…………………..

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s