Karier tak menentu VS Karier yg Stabil

Orang yang menetap disatu karier/pekerjaan yang memaksa dirinya ikhlas menerima sedikit-demi sedikit peningkatan harus berhati-hati dengan kenyataan bahwa kehidupan tidak peduli dengan peningkatan yang kecil/sedikit. Sehingga menaruh diri pada posisi yang selalu kekurangan & mengeluh, banyak berdoa ditambah rizqi dari sudut2 yang tidak disangka-sangka, mengagetkan tapi tau2 mendapat nasib baik.

Resiko Kesalahan TOTAL karena itu bukan pekerjaan yang tepat, karena pekerjaan yang tidak tepat peningkatannya sedikit demi sedikit sesuai dengan penuaan. Pekerjaan yang tepat tidak menunggunggu tua untuk menjadi sangat sejahtera, dihormati, dihargai tinggi.

Tapi kan tidak aman kalau karier tidak stabil, salah-bener, salah-bener gagal besar, untung gagal lagi.

Pribadi yang bernasib dengan karier tak menentu (penuh kesalahan) harus bersyukur dikarenakan salah ditempat-tempat yang tidak cocok karena tidak sesuai dengan karakter, tidak sesuai kebutuhan pasar, tidak sesuai dengan kopentensi inti. Orang yang karier-nya tidak stabil itu mengeliminasi pekerjaan2 yang tidak sesuai. sehingga besar kemungkinan akan bertemu dengan pekerjaan yang sesuai, dan karena kebiasaan bekerja hebat jikapun berhasil akan berhasil hebat. Anehnya rata-rata orang yang seperti ini kariernya bisa lebih cepat dibanding dengan orang yang memilih karier stabil, terlebih jika lembaga tersebut menghargai penuaan. Seolah-olah penuaan bisa dibanggakan, padahal banyak sekali orang tua tidak jadi apap2 dan tidak berguna yang muda hebat sekali karena keberaniannya mempekerjakan banyak orang-orang tua yang hanya menyombongkan usia.

Bersyukur yang sebenarnya itu menguji batas2 kopentensi kita, kualitas kita pada pekerjaan yang hebat dan beriso besar. Perlu di ingat bahwa Pengalaman guru berharga bagi keberhasilan yang lebih baik.

Konsep kehidupan bahwa untuk mengambil tindakan yang LEBIH BERANI. Keajaiban berpihak pada yang berani, yang berani akan melihat kehebatan dirinya, sejauh mana bisa melangkah.

Kita tidak pernah tau batas dari kemampuan kita hingga kita melakukan sesuatu diluar batas keamanan. Hidup ini untuk hebat-hebatan dan bukan untuk aman-amanan. menjadi pribadi sebaik-baiknya berguna bagi sesama dan alam.

Wallohua’lam

“Terisnpirasi Pak Mario Teguh”

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s