Oleh-Oleh Rekan di Qatar

Hampir semua rumah di sini (penduduk setempat) pasti di salah satu sudut halaman rumahnya ada bangunan majlisnya. Makin kaya dia makin besar ruangan majlisnya, dilengkapi berbagai macam sub-kamar untuk berbagai keperluan, tentu saja tidak ketinggalan kamar dapur dan kamar pembantu di bangunan majlis tersebut. Untuk rumah2 yg punya keterbatasan luas tanah dan berhimpitan dengan tentangga, ukuran majlis juga makin kecil dan makin minim bilik-bilik kamar, selain hanya buat kongkow-kongkow dengan tetangga seputaran rumah. Selain majlis pribadi, juga ada majlis untuk keperluan se-RT atgau se-RW. Sesuai namanya, ukuran majlis yg disebut terakhir ini tentu saja besar ukurannya.

Kalau di tanah air, yg saya tahu bangunan semacam majlis ini ialah yg disebut pendopo – tapi fungsinya jelas buat hajatan besar, bukan hanya beberapa RW, tapi sekabupaten. Kalau di Minangkabau orang kongkow2 di surau – ketika waktu itu yg namanya hidup “bersurau” masih jaya. Kalau sekarang mana ada lagi anak lelaki tidur di surau? Di tingkat RT/RW bangunan yg berkemiripan untuk dipakai buat kongkow-kongkow ialah yg namanya cakruk atau pos jaga siskamling. Di daerah lain saya tidak tahu apa namanya bangunan di pojokan gang ini, kalau cakruk setahu saya istilah bahasa Jawa.

Di daerah Tapanuli dan Aceh setahu saya pos jaga tidak begitu dimanfaatkan untuk kongkow2 kecuali hanya saat siskamliing saja. Di sana para lelaki kalau mau berleha-leha kongkow2 hadir di kedai kopi. Ngopi adalah alasan primer mengapa lelaki datang ke kedai kopi, alasan sekundernya ialah mencari orang untuk diajak bicara di kedai kopi, sambil main catur dan ngebahas politik.

Kembali ke lap top …

Kehadiran gadget modern pelan2 melarungkan kebiasaan silaturahim seperti yg disebutkan di atas. Bebe (blackberry) dan jenis2 smartphone lainnya membuat orang tidak lagi (merasa) butuh wadah semacam kedai kopi, cakruk, surau atau majlis untuk kongkow2an. Artinya budaya temu muka di cakruk atau kedai kopi mulai kehilangan “pelanggannya”. Apalagi dgn keberadaan internet membuat orang betah di rumah. Dengan dua jenis medium tersebut sebetulnya akses interaksi sesama “pengunjung cakruk” makin luas, ngobrol tidak hanya di ruang kedai kopi, tapi bahkan bisa dari dan ke kutup utara, atau kelak bahkan mungkin antar penghuni planet!

Tapi dasar saya ini berdarah “klasik”, meski dunia makin tua dan perkembangan teknologi sdh merubah gaya hidup manusia, tetap saja saya kadang merindukan suasana cakruk, suasana pos jaga, suasana kedai kopi … atau nuansa majlisnya orang sini ..

Terbayang, kira2 di manakah di sini bisa menemukan itu yah? Tentu bukan StarBuck dan apalagi Central Restoran .. ;))

Salam,
Lapis Lazuli

3 thoughts on “Oleh-Oleh Rekan di Qatar

  1. Pingback: Oleh Oleh Khas Qatar - Jenis Khas Ole Ole Makanan Kuliner di Medan

  2. Pingback: Oleh Oleh Khas Qatar - Jenis Khas Ole Ole Makanan Kuliner di Medan

  3. Pingback: Oleh Oleh Khas Qatar - Jenis Khas Ole Ole Makanan Kuliner di Medan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s