AKU DAN PAK RT

 

Pernahkan terpikir dalam benak, ketika masuk komplek Vila3.

“Masa jalan rusak begini, tidak segera diperbaiki, ngapain saja kerja  Pak RT.., apalagi Pak Lurah?”

“Masa sampah di rumah saya tidak diambil, begimana seh.. Pak RT.., kan kita sudah bayar?”

“Di samping rumah saya.., lampu jalan terkadang menyala, terkadang mati, “byar pet terus nehh….., ini kan rawan..kejahatan, Pak RT punya ide donk.., supaya dikasih lampu.., kita pasti mau deh.. urunan.., asalkan ada yang organisir… Jangan diem saja….”

 

 

Begitulah ungkapan kira- kira yang seringkali tumbuh di hati, terdengar bahkan secara tidak sadar terlontar dari mulut kita  sendiri? Mengapa? Tuntutan kita agar seseorang melakukan sesuatu seperti yang kita inginkan memanglah menjadi hal yang lumrah, buat saya itupun adalah bukti perhatian pada lingkungan dan kasih sayang berbentuk harapan kepada Pak RT.  Akan tetapi jika terlalu sering dan banyak memberikan respon secara lisan tanpa berbuat apa- apa, semakin lama saya merasa  akan menjadi kurang produktif dan malah bisa jadi hanya menjadi arena ghibah manakala perhatian kita baru dan terus berupa omongan, cemoohan, kedongkolan  yang tersimpan dalam dada. Ternyata jika kita keberatan, sebaiknya langsung disampaikan dan berikan solusi yang mungkin untuk dijalankan.

 

Bagi masyarakat muslim yang terbina, pemahaman atas agama ini akan menumbuhkan kesadaran atas esensi kehidupan dan memberikan buah dalam bentuk   kegelisahan atas keadaan lingkungan jika tidak sesuai dengan koridor aturan Allah. Semakin orang rajin mengaji, akan semakin sadar akan  kewajibannya untuk  diri sendiri, keluarga, pada lingkungan…  Kesadaran akan diwujudkan dalam bentuk karya nyata untuk memecahkan masalah yang timbul. 

 

Man asbaha walam yahtam fi amril muslimin.. falaisha minhum….

“Barangsiapa yang bangun pagi- pagi dan tidak terpikir permasalahan kaum muslimin, bukanlah termasuk golongan mereka..(kaum muslimin)”

 

Sholat berjamaah, membersihkan  rumah kita, mengambil dedaunan kering yang jatuh, menyumbang makanan untuk kerja bakti, mendoakan kegiatan baik supaya berjalan sukes, menjenguk  tetangga  sakit, adalah perbuatan yang nampak kecil, tapi itulah amal sholeh…. amal- amalan Islam sebagai   buah  keimanan…

 

Yuk…. terus menerus dikerjakan segera.., semampu  kita ….

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s