Radiasi Pikiran Baik atau Efek Prasangka Buruk

Ba’da subuh tadi sambil mempersiapkan diri berangkat ke kantor saya sempatkan menyaksikan acara bengkel hati yang diasuh oleh ustad danu di MNC TV. Seorang ibu hamil mengeluhkan tentang kekhawatirannya akan kondisi bayi yang sedang dikandungnya, disisi yang lain apa yang diharapkan dari sang suami agar dapat mengerti kondisi yang dia jalani tidak juga sesuai dengan apa yang di inginkan.

Ustad danu kemudian mengklarifikasi curhat-tan dari ibu tersebut dengan menanyakan apa yang dimaksud tidak perhatian dan tidak membantunya suami seperti jika sang istri mencuci lalu si suami diharuskan untuk memasak? si ibu meng-iyakan dengan menambahkan kekecewaannya dalam bentuk cerita penyesalan yang lain. Walhasil si istri mengatakan bahwa kekhawatirannya berawal dari analisa dokter atas kondisi fisik dan kandungannya yang termasuk katagori memiliki kandungan yang lemah.

Kekhawatiran itupun berlanjut manakala sang suami tidak berprilaku seperti apa yang si istri angan-angankan.

Lemah kandungan hanyalah analisa dokter berdasar pada ritme kondisi fisik si ibu dan pada metabolisme atas supporting kehamilan (kondisi bayi) dan tidak lebih dari itu. Sedangkan penyebab mengapa metabolisme tubuh menjadi pincang tidak pernah menjadi sorotan dari analisa kedokteran. Dengan kata lain dokter hanya berpegang pada referensi materi semata misalkan: prilaku bekerja yang berlebihan, makan yang tidak sesuai asupan gizi, dll. Tidak berusaha mereview bahwa suasana hati, pola pikir, cara pandang sangat berpengaruh mempercepat rusaknya sel-sel tubuh dan atau perbaikan dari sel-sel tubuh.

Mencerna uraian ustad danu pada si ibu dan jama’ah yang hadir, juga mengangan-angan apa yang pernah saya dan istri jalani di 10-15tahun kebelakang ini sangat tepat sekali. Layaknya gayung bersambut, apa yang sang dan istri lakukan seperti baru diterjemahkan oleh ustad danu dalam suasana dan posisi yang lain.

Apa yang kami alami dan lakukan tidak ada yang berbeda sedikitpun dengan pengalaman lahir-bathin ustad danu atas penelitian dan pengamatan yang beliau lakukan selama ini terhadap penyakit-penyakit yang diderita peserta pengajian, juga pasien-pasien beliau. Istri dahulu juga di analisa sebagai wanita yang lemah kandungan, kelainan jantung, dan segala analisa kondisi fisik yang labil (serba kekurangan). Ditambah penyakit-penyakit berat yang di derita keluarga besar menambah track record atas kekurangan-kekurangan tersebut. Alhamdulillah apa yang kami fahami atas keunggulan ajaran Islam tidak hanya terhenti pada batas pengetahuan akan tetapi berlanjut pada proses menterjemahkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Di realita yang lain dalam interaksi antar anggota masyarakat baik di kawasan perumahan ataupun di perkampungan pastinya kita tak lepas dari konflik antar anggota masyarakat. Baik disebabkan oleh kesalahan tindakan yang kecil lalu menjadi besar karena akumulasi orang banyak yang tidak kondusif ataupun dikarenakan bedanya cara pandang atas sesuatu hingga berujung pada kesalahan yang tak berujung.

Banyak hal dapat menjadi titik penyebab awal membesarnya sebuah konflik yang pada awalnya hanya merupakan hal-hal lumrah dan biasa terjadi di banyak lingkungan. Keseluruhan titik-titik yang berlanjut ini bermula pada kesalahan dalam mengejawantahkan ajaran agama atas cara menyikapi sunnatulloh yang Alloh perjalankan atas kehidupan.

Iri hati, Sombong, munafik, Culas, dan bentuk hal negative lain seringkali di tempuh saat kekhawatiran atas ketertinggalan dari pihak lain yang di anggap lawan. Padahal jika disadari penyakit-penyakit hati tersebut yang seringkali meradiasi anggota tubuh yang lain hingga berefek menjadikan terganggunya sistem metabolisme tubuh dan jika tidak segera dihentikan menjadikan sakitnya anggota tubuh yang lain. Dan jika si yang berpenyakit sedang mengandung maka bisa dipastikan janin yang dikandung akan terganggu, bahkan naudzubillahi mindzalik akan terjadi keguguran atau cacat sewaktu dilahirkan.

Belajar tanpa bimbingan guru juga disadari ataupun tidak menjadi akumulasi mengkristalnya penyakit hati yang seringkali meradiasi fikiran dan cara pandang yang serba negatif atas diri orang lain. Disini Jujur menjadi sangat penting, karena kejujuran seperti air (putih bening) yang mengikis partikel-partikel pembentuk batu ginjal.

Berprasangka buruk atas suatu kejadian pada dasarnya merupakan hal biasa, tapi akan menjadi bahaya jika tidak dikelola dengan kejujuran hati. Makin banyaknya teori tentang banyak hal-hal baik akan tetapi tidak dilanjutkan pada tindakan nyata di lapangan akan menjadikan hati tertutupi oleh kabut kebaikan(Ilmu) itu sendiri. Dan pada akhirnya menjadi penghalang bagi jalan masuknya kebenaran yang datang baik dari luar ataupun dari dalam diri.

Berhati-hatilah kita terhadap penyakit hati.

Dalam sebuah syi’ir dinyatakan :

Obat Hati ada 5 macamnya

  1. Membaca Quran dan maknanya (di angan-angankan)
  2. Sholat Malam (Waktu Intropeksi atau berkeluh kesah pd Ilahi Robbi)
  3. Kumpul dengan orang-orang sholeh (agar terkoreksi dan terbina langkah2 ini)
  4. Sering-sering berpuasa, karena dalam keadaan lapar hati cenderung lebih halus dalam merasa
  5. Dzikir malam diperbanyak. Benang merah dari dzikir adalah mengingat Alloh, dengan mempersering mengingat Alloh dapat dipastikan proses kesadaran diri pada setiap detiknya yang merasakan diawasi Alloh akan menuntun pada kesehatan hati.

Guru saya berujar bahwa fungsi Hati adalah mengingat Alloh, jika tidak mengingat Alloh maka hati itu sakit.

Wallohua’lam

 

Referensi :

Quran & Hadits

 

http://harapan-putra.blogspot.com/2010/10/pengobatan-penyakit-ustad-danu-tpimnc.html
http://www.4shared.com/folder/sjyhQKIk/Bengkel_HatiUstadz.html
http://akhlakmuliacenter.com/site/articles/26-data-articles/artikel-kesehatan/8-awalpenyakit

 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s