Agama sebagai Treatment (Pendampingan)

Image
Pesma Unair, 8.00WIB
Inspirator by Abina Ihya’

Agama adalah pembiasaan, Dzikir akan terasa berat jika tidak dibiasakan. Demikian juga Sholat, tanpa proses pembiasaan yang panjang maka akan terasa berat. 

Alloh menciptakan manusia dan mengujinya dengan sifat-sifat negative yang melekat padanya (Quran Al Ma’arij : 19-27). Rosul dan Nabi diturunkan bukan hanya sebagai contoh kebaikan bagi manusia tapi juga sebagai pendamping agar sifat2 jelek manusia tidak mendominasi kehidupannya.

Jadi statement yg sering kita dengar “Itukan Manusiawi” adalah Kebinatangan. Manusiawi = Rendahan.

Karena sifat dasar itu sudah melekat dari awal pencipta’an manusia maka Nabi & Rosul di hadirkan untuk memberi contoh dan pendampingan dimana manusia bisa melihat bahwa meski nabi & rosul adalah seorang manusia yg memiliki sifat2 dasar yang dimiliki setiap manusia tapi mereka bisa menampilkan sikap positive, prilaku positive.

Contoh penderita’an yang dilakoni nabi ayub dalam menjawab ketidak sabaran istrinnya dalam menjalani penderita’an dunia. Nabi ayub malu berdoa meminta agar Alloh segera membalik penderitaannya dikarenakan dari 80thn kesenangan yg diperoleh, ujian penderitaan dari Alloh baru dirasakan 7thn lamanya.

Usia kemapanan Ruhani seorang manusia berada pada usia 40thn, sedang rata-rata manusia menikah pada usia 25thn (ideal). Jika setelah menikah Alloh langsung berikan anak maka ideal usia pendampingan dan pembiasaan agama pada anak hingga orang tua mencapai usia 40 > 40-25 = 15thn.

Penekanan pendidikan agama (Pengajaran+Pendampingan) pada anak selama 15thn di upayakan minimum pada 3hal yaitu :

1. Ngaji
2. Sholat
3. Birul walidayni

Itu kunci agar generasi ini memiliki jati diri dan punya identitas yang jelas, tidak mudah ikut arus modernitas yang berdampak negatif pada generasi selanjutnya.

Sedangkan Usaha memperoleh generasi yang punya karakter bagus berawal dari :

1. Menyingkirkan campur tangan setan dalam proses reproduksi agar kemurnian hasil yang baik dapat diwujudkan. Islam menganjurkan agar dalam keadaan bersih+suci jika ingin mendatangi istri. Berdo’a “Bismillaahi, allahumma jannibnasy syaythaana wa jannibisy syaythaana maa razaqtanaa”. Doa Klimaxs “Robbi wasyi’ta kulla syai’in ilma”

2. Saat usia kehamilan diperintahkan perbanyak doa ” Robbi habli minassholihin ” utamanya saat sedang sujud.

3. Setelah Lahir ditahnik oleh orang sholeh+di Aqiqah .

4. Diperintahkan sholat mulai usia 7thn, artinya sebelum usia itu harusnya sudah diajarkan bagaimana melakukan sholat. Dan pukul di usia 10thn jika tidak mau melaksanakan sholat.
Jadi tidak benar jika sering kita dengar dari banyak orang tua bahwa jaman sekarang jangan mendidik anak dengan dipukul (sebangsanya). Kembali karena manusiawi itu sifat binatang harus ditegakkan dgn dipukul.

5. Dan seterusnya hingga pembiasaan (pendampingan) itu menjadikan ibadah sebagai sesuatu yang tidak berat lagi karena sudah terbiasa menafikan sifat2 negativ yg melekat pada diri manusia itu sendiri.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s